You haven't Tweeted yet

When you post a Tweet, it'll show up here.


PROFILE

Birth NameObsidean Monterado
Nick NameDeano
Birth DateNovember 1st, 2002
Place of BirthJakarta, Indonesia
Zodiac SignScorpio
Height/Weight185 cm / 71 kg
Educationmajoring Mechanical Engineering 2021
OccupationTesting Engineer
Blood TypeA

TRIVIA

1. Suka bawa permen karet kemana-mana.
2. Koleksi Action Figure.
3. Penyuka warna hitam.
4. Tidak bisa tidur tanpa kaos kakinya.

O.O

Memang tidak salah baca kok, namanya benar Obsidean. Tapi orang mengenalnya sebagai Deano, nama panggilan yang lahir dari lidah kecilnya sendiri, yang dulu tak sanggup mengeja nama panjang itu dengan benar.Deano tumbuh di tengah keluarga hangat, anak bungsu dari empat bersaudara. Ia datang di masa ketika masa kejayaan orang tuanya sudah mulai pudar, tinggal sisa cahaya yang lembut tapi tetap cukup untuk menghangatkan. Ketika ekonomi keluarga tersendat, Deano menunda mimpinya melanjutkan kuliah tanpa keluh. Ia tahu, waktu bisa ditunda, tapi tanggung jawab tidak. Lulusan SMK teknik pemesinan itu kemudian bekerja di bengkel tetangga.Setahun setelah kelulusan, janji lama yang pernah ia bisikkan pada dirinya sendiri akhirnya ditepati. Dengan doa restu ibunya dan tabungan hasil kerja keras yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit, jemarinya menekan pilihan jurusan di layar: Teknik Mesin. Dan entah bagaimana, keberuntungan seperti menepuk pundaknya pelan.Sekarang, Deano tak lagi sekadar mahasiswa dengan wearpack di laboratorium. Ia sudah berdiri di ruang uji perusahaan, bekerja sebagai testing engineer junior. Bau oli dan bunyi logam masih sama, hanya konteksnya yang berubah. Ia kini berhadapan dengan mesin-mesin besar dan angka-angka akurasi yang harus sempurna. Setiap hari, ia menatap layar monitor yang menampilkan grafik berdenyut pelan; ritmis seperti napas yang ditahan terlalu lama.Hidupnya memang belum ringan. Gaji bulanannya belum bisa banyak membantu keluarga di rumah; sebagian besar habis untuk kontrakan, makan, dan ongkos kerja. Dan di sela segala riuh yang kadang membuat dadanya sesak, ada satu nama yang selalu jadi tempat pulang: Deishane.Mereka bertemu lagi di SMA setelah bertahun-tahun berpisah sejak masa kecil, dua anak laki-laki yang dulu main bola di depan kompleks Shane sampai lampu jalan menyala, dan suara ibu memanggil dari kejauhan. Waktu menua, dan seperti yang orang bilang: dulu temen, sekarang demen.